Jumat, 14 Januari 2011

Tahun Baru di Air Terjun Lawean



01 Januari 2011, merupakan awal tahun yang kami lewati dengan mencoba menjejakkan kaki di gunung wilis,tepatnya mencoba petualangan baru dengan berjalan menyusuri jalan makadam (aspal jawa yang terbuat dari susunan batu), diteruskan dengan sedikit perkampungan penduduk sebelum memasuki hutan mahoni yang pohonya begitu besar.
keluar dari hutan mahoni, kami di sambut dengan gonggoan anjing milik penduduk sekitar. Setelah kurang lebih 15 menit sampailah kami di sebuah hutan pinus, jalan setapak yang berliku dan di kiri jalan kami terdapat tebing, sedangkan di kanan kami jurang yang curam. Terkadang kami juga berpapasan dengan beberapa pencari rumput.
setelah 1 jam berlalu sampaikan di sungai 1 (pintu masuk ke air terjun lawean). Disitulah kami mulai masuk ke hutan belantara. jalan berliku naik turun, melewati pohon tumbang, tercebur ke dalam sungai yang airnya sangat dingin.
Setelah begitu lama menyusuri dalam hutan akhirnya sampaikan kami di AIR TERJUN LAWEAN.

Sabtu, 14 Agustus 2010

Ayo.....Belajar Membatik

Siapa bilang membatik hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang berprofesi sebagai pembatik? Buktinya anak-anak di Desa Sendang sangat antusias sekali dalam mengikuti pelajaran membatik yang dibimbing oleh mas Sigit dkk. Diperkenalkannya seni membatik pada anak-anak sangatlah penting.


Berikut ini adalah alat dan bahan yang harus disiapkan untuk membuat batik tulis :
1. Kain mori (bisa terbuat dari sutra atau katun)
2. Canting sebagai alat pembentuk motif,
3. Gawangan (tempat untuk m enyampirkan kain)
4. Lilin (malam) yang dicairkan
5. Panci dan kompor kecil untuk memanaskan
6. Larutan pewarna

Ternyata belajar membatik sangat menyenangkan. Ingin belajar membatik datang saja ke Omah Batik Tradisional di Desa Sendang.